Daftar Isi

8 Cara Mengatasi Gastritis

Melewatkan makan, entah disengaja atau tidak, adalah salah satu alasan terjadinya gangguan perut. Perut akan terasa melilit dan kembung, dan kebanyakan orang lebih mengenalnya dengan nama radang maag atau gastritis.

dr. Hardianto Setiawan Ong, Sp.PD selaku dokter spesialis penyakit dalam divisi Gastrohepatologi RS Siloam, Jakarta menjabarkan bahwa gastritis dapat terjadi akibat adanya peradangan maupun perubahan fungsi pada lambung seseorang. Lebih lanjut, gastritis muncul akibat terjadinya faktor infeksi dan non-infeksi pada lambung.

Faktor infeksi gastritis umumnya disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan protozoa. Kuman Helicobacter Pylori adalah penyebab yang paling sering ditemui pada gastritis dengan infeksi. Sedangkan gastritis dengan faktor non-infeksi justru hadir akibat adanya zat asing yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang menyebabkan peradangan lambung.

Siapa pun bisa terinfeksi Helicobacter Pylori. Saat kondisi tubuh sedang lemah, kuman ini akan tumbuh dan memberikan efek negatif pada tubuh. Kuman Helicobacter Pylori dapat ditularkan kepada orang lain melalui makanan atau kontak langsung dengan penderita. Penderita gastritis yang disebabkan bakteri ini biasanya mengalami sakit dalam periode yang berkepanjangan atau disebut gastritis kronis.

Menambahkan penjelasannya, dr. Hardianto juga memaparkan fakta bahwa 70 persen penderita gastritis ringan/dispepsia merupakan para penderita gastritis fungsional, yang hanya mengalami gangguan fungsi pada lambung, meski kondisi lambung dalam keadaan sehat. Sedangkan 30 persen sisanya adalah para penderita gastritis organik yang menerima paparan kuman atau zat asing pada lambungnya sehingga menimbulkan kelainan.

Kebanyakan dari penderita gastritis fungsional melakukan pola hidup tidak sehat seperti stres, mengalami cemas berlebih, serta memiliki pola makan yang buruk. Para penderita gastritis ringan/dispepsia biasanya akan mengalami gejala seperti nyeri perut, kembung, mual-muntah, mudah kenyang hingga sendawa berlebihan.

Tanpa pemeriksaan dan pengobatan yang tepat, gastritis dapat berkembang menjadi kanker lambung yang dapat berujung pada kematian. Guna mengetahui penyebab terjadinya gastritis, biasanya penderita akan dianalisa berdasarkan gejala yang dialami serta dilakukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang paling baik untuk mendeteksi kelainan tersebut adalah endoscopy/gastroscopy. Pemeriksaan ini dapat melihat langsung kelainan lambung yang ada, termasuk adanya infeksi Helicobacter pylori, perdarahan, luka maupun tumor atau keganasan lambung.

Tindakan endoscopy dianggap lebih efektif dibandingkan pemeriksaan USG yang juga dapat mendeteksi keadaan perut bagian dalam penderita. Menurut dr. Hardianto, pemeriksaan USG tidak dapat memvisualisasikan keadaan lambung secara nyata dibandingkan endoscopy.

Meski begitu, endoscopy akan dilakukan hanya jika lambung penderita tidak respon terhadap pengobatan umum yang telah diberikan ataupun terjadi gastritis yang terus menerus kambuh dalam jangka waktu lama. Adanya riwayat perdarahan lambung, dicurigai terjadi keganasan pada lambung, serta evaluasi lambung pada usia lanjut juga menjadi alasan mengapa endoscopy harus dilakukan.

Penggunaan antasida, sucralfat, H2 reseptor antagonis dan PPI dapat digunakan untuk mengatasi keluhan dan menyembuhkan gastritis. Namun jangan pernah mengonsumsi obat yang dijual bebas jika Anda belum terdeteksi secara medis menderita penyakit ini. Gastritis akibat kuman Helicobacter Pylori dapat disembuhkan dengan kombinasi antibiotik, namun pemeriksaan intensif dengan tenaga medis terlebih dahulu adalah pilihan terbaik.
dr. Hardianto Setiawan Ong, SpPD
Gastritis tentunya dapat disembuhkan, namun sebelum mengalaminya Anda dapat melakukan beberapa pencegahan berupa:
1. Berolahraga secara rutin
2. Menjauhi stres
3. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi
4. Mengonsumsi air putih dan makanan berserat,
5. Menghindari makanan pedas/asam/coklat
6. Tidak merokok
7. Tidak mengonsumsi alkohol, kopi dan teh yang terlalu pekat
8. Mengatur pola makan 4-5 kali sehari, dalam porsi sedikit namun dengan kandungan kalori yang cukup dalam sehari


Sumber: www.meetdoctor.com
Oleh: Putri Ianne Barus
Review: dr. Hardianto Setiawan Ong, Sp.PD
Berpraktek di Siloam Hospital Kebon Jeruk
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments

 
© 2012 Investigasi Berita | Berita Unik, Lucu dan Menarik
Develop by Aaz
Back to top